Followers

Kamis, 10 November 2011

SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA

Sebagai Umat Islam dan mengaku hidup Ditanah Air Indonesia, maka sudah sewajibnya kita sebagai Rakyat yang mencintai Tanah dan Tumpah Darah Indonesia Ibu Pertiwi ini untuk mengetahui sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Sabang sampai Merauke. Sikap Nasionalis dan Darah Pejuang yang telah ditunjukkan oleh Para Pejuang bangsa ini haruslah kita jadikan suri tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari didalam mengisi kemerdekaan ini. Dan pertama sekali kita haruslah tahu sejarah perjuangan bangsa , khususnya dalam hal ini adalah “Sejarah Lahirnya Pancasila” dimana Pancasila yang kita jadikan pedoman hidup bangsa Indonesia ini telah semakin dilupakan dan ditinggalkan oleh sebagian besar rakyat Indonesia khususnya para Pemimpin Bangsa.

Dalam menyelusuri Sejarah Lahirnya Pancasila ini mungkin kita sudah sering membaca dari buku-buku sejarah tentang Lahirnya Pancasila ini. Tetapi dalam konteks sekarang ini mari kita lihat Sejarah Lahirnya Pancasila dari sisi “Sejarah Yang Hilang” (Misslink). Karena adanya kepentingan politik ataupun kepentingan segelintir penguasa atau segolongan orang, maka banyak Sejarah tentang Lahirnya Pancasila yang sengaja dihilangkan atau tidak dipublikasikan kepada rakyat Indonesia.

SEJARAH YANG HILANG (MISSLINK)
Apabila kita berbicara tentang Pancasila, maka kita tidak akan lepas dari perjuangan tokoh-tokoh yang berhubungan dengan Pancasila, yaitu Tokoh-tokoh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), seperti:

Ir. Ahmad Soekarno
Muhammad Hatta
Sultan Syahrir
Douwes Dekker
Abdul Gani
Muhammad Yamin
Mochamad Toha

Toloh-tokoh dari Sisi “Spiritual”, yaitu :
Ir. Ahmad Soekarno
Mama Amilin Abdul Jabbar
Eyang Santri Kalammullah (Jati Kusuma)
KH. Surya Poerwanegara
Wali Cipta Gati Arjakusuma (Eyang Kencana Gading)
Mualim Adang

Perjalanan Sejarah Ir. Ahmad Soekarno dalam menentukan Pancasila sebagai Lambang Negara dan 17 Agustus 1945 sbg Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perjalanan ini dimulai saat Anak Bung Karno yaitu Guntur Soekarno Putra berumur 10 Tahun (Di Gunung Guntur Garut). Terjadilah dialog antara Bung Karno dengan para Tokoh Spiritualnya itu. Setelah dialog itu lalu Bung Karno pergi ke Gunung Salak – BOGOR yaitu di Taman Sari di dekat sebuah Pohon Waru untuk berkhalwat, bermunajat kepada Allah SWT.

Khalwat Hari I (Pertama) BUNG KARNO
Dalam khalwat pada hari pertama itu, Bung Karno memohon bermunajat kepada Allah SWT; Apakah kiranya yang akan dipakai sebagai Lambang Negara Republik Indonesia ini? Pada hari itu tiba-tiba muncul se-ekor Burung Elang Bondol dan mendarat di Pohon Waru. Bung Karno berpikir, mungkinkah ini yang akan dijadikan Lambang Negara ? namun akhirnya Bung Karno meneruskan kembali khalwatnya memohon petunjuk dari Allah SWT.

Khalwat Hari II (Kedua) BUNG KARNO
Khalwat pada hari ke-Dua itu mendarat se-ekor Burung Elang Laut di pohon waru, yang besarnya melebihi Burung Elang Bondol. Saat Bung Karno melihat burung itu, ia berpikiran mungkinkah ini, tetapi Bung Karno akhirnya berpikiran mungkin bukan ini petunjuk dari Allah sebagai Lambang Indonesia sehingga Bung Karno akhirnya melanjutkan lagi khalwatnya.

Khalwat Hari III (Ketiga) BUNG KARNO
Pada khlawat hari yang ketiga itu tiba-tiba Bung Karno melihat dari atas udara turun se-ekor Burung Elang yang dari jauh kelihatan kecil lama kelamaan menjadi besar dan mendarat di Pohon Waru. Burung Elang itu mempunyai Bentangan Sayap 1,5 – 1,8 Meter yang berwarna Emas. Selanjutnya Burung Elang itu disebut juga Burung Rajawali yang merupakan Burung khas Indonesia khususnya Jawa Barat.

Setelah melihat Burung Rajawali (Elang) yang sedemikian besar itu, lalu Bung Karno meminta Petunjuk kepada Allah SWT. Jika Burung Rajawali ini benar sebagai Lambang Negara Republik Indonesia, Bung Karno mohon diberikan petunjuk dan tandanya. Sehingga pada saat itu tiba-tiba Burung Rajawali itu Mengepakkan Sayapnya sebanyak 3 (tiga) kali sambil mengangguk dan lalu berdiri sambil menunjukkan Dadanya. Selanjutnya Bung Karno pada saat itu berkeyakinan bahwa Burung Rajawali itu sebagai Lambang Negara Republik Indonesia.

Dialog Bung Karno tentang Lambang Negara

Setelah kejadian itu lalu Bung Karno mengadakan Dialog dengan Para Tokoh Spritritual, antara lain:

Mama Amilin Abdul Jabbar berpendapat ; Burung Elang atau Rajawali diganti namanya menjadi Burung Garuda.
Eyang Santri Kalamullah berpendapat; Burung itu adalah Burung Garuda dengan Bahasa Alam utk Akhirat dan Agama
Dari Dialog itu maka Bung Karno bersepakat bahwa Lambang Negara Republik Indonesia adalah Burung Garuda.

Dialog Hari Penentuan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Pada masa itu Bung Karno mengusulkan tanggal 15 Agustus 1945 adalah sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia. Tetapi Eyang Santri Kalamullah mengusulkan Hari Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agurtus 1945. Sehingga pada rapat tersebut akhirnya semua sepakat bahwa 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Adapun makna dari pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah sebagai berikut :
a. 17 ; berarti jumlah 17 Raka’at Shalat sehari semalam
b. 8 ; berarti 8 Arah Penjuru Mata Angin
c. 19 ; 19 huruf Hijaiyah BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
d. 45 ; berarti jika dijumlahkan menjadi angka 9 (sembilan) yang berarti Wali Songo yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Bumi Nusantara
Dari hal ini saja mestinya kita harus Bangga bahwa sesungguhnya Negara yang kita cintai ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri atas KASIH dan SAYANG Allah SWT yang dilimpahkan untuk Bumi Nusantara ini.

Lambang – Lambang PANCASILA dr SISI SPIRITUAL

Mungkin sebagian besar rakyat Indonesia tidak mengetahui bahwa sesungguhnya lambang dalam Dada Burung Garuda atau yang kita kenal dengan PANCASILA itu didapatkan melalui rapat yang berisikan tokoh-tokoh spiritual. Dalam rapat itu maka diambil gambar-gambar yang akan menjadi simbol dari pada Bangsa Indonesia , yaitu :

GAMBAR BINTANG (Cahaya atau Nur)
Firman Allah SWT dalam Surat Al Ikhlas

ARTINYA :
Ayat 1 : Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa”.
Ayat 2 : “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”.
Ayat 3 : “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”.
Ayat 4 : “Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Gambar Bintang ini berarti menjelaskan tentang “KE – ESAAN ALLAH SWT”.

GAMBAR RANTAI
Sejarah Gambar Rantai ini diambil dari :
Sejarah pejuangan Bangsa Indonesia yaitu : karena para Tawanan pada jaman Belanda dulu selalu diikat dengan rantai
Karena Bung Karno menyukai Laut maka Gambar Rantai diambil dari Rantai Kapal Yang Kuat dan Kokoh
Gambar Rantai bertujuan untuk mempersatukan semua komponen bangsa termasuk didalamnya yaitu orang-orang yang menderita
Gambar Rantai merupakan simbol Persatuan yang merupakan simbol Kekuatan suatu bangsa.

GAMBAR POHON BERINGIN
Pada saat itu forum mengusulkan Pohon Kelapa dengan alasan bahwa Pohon Kelapa adalah pohon yang mana semua bagian-bagiannya sangat berguna. Sedangkan Bung Karno saat itu mengusulkan Pohon Beringin karena Sifat dari pada Pohon Beringin adalah Pohon yang Kokoh dan Kuat serta Pohon Beringin karena kerindangannya dapat menampung semua Makhluk ciptaan Allah ; Baik itu Bangsa Manusia (Orang Miskin, Orang Kaya, Koruptor, Penjilat, Orang Alim), Bangsa Burung maupun Bangsa Jin. Intinya adalah Tanah Air Indonesia ini memayungi semua ciptaan Allah. Dan akhirnya semuanyapun sepakat memakai Pohon Beringin.

GAMBAR KEPALA BANTENG
Gambar Kepala Banteng diambil dari Binatang yang ada di Ujung Kulon serta karena sifat Banteng Yang gagah Berani maka jika Bangsa Indonesia digangu, Tunas-tunas bangsalah yang akan membelanya dengan Gagah dan Berani.

GAMBAR PADI KAPAS
Gambar Padi dan Kapas adalah diambil daripada Filosofi
Bangsa yaitu :Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentram Raharjo
yang berarti Lambang Kemakmuran Seloruh Rakyat Indonesia. Tokoh-tokoh PPKI sepakai bahwa :
Angka 17 adalah jumlah bulu pada Sayap
Angka 8 adalah jumlah bulu pada Buntut
Angka 45 adalah jumlah bulu pada Leher

Hubungan Pancasila dengan Lambang “YSS”

Gambar Bintang sama dengan lambang Nur pada “YSS”
Gambar Rantai sama dengan Rantai pada “YSS”
Gambar Pohon Beringin sama dengan lambang Mesjid pada “YSS” yang berarti Akhlak dan Moral Umat
Gambar banteng sama dengan lambang Bulan Bintang pada “YSS”
Gambar Padi Kapas sama dengan lambang Padi Kapas pada “YSS”
Pancasila adalah Lambang untuk Dunia sedangkan Lambang “Yayasan SRI BIMA SEMAR JAYA PRAKOSA (YSS)” adalah Lambang untuk Akhirat

Partai Yang Diharuskan di Indonesia
Partai Amanat Indonesia lambangnya Bintang
Partai Nasional Indonesia lambangnya Pohon Beringin
Partai Persatuan Indonesia lambangnya Rantai
Partai Demokrasi Indonesia lambangnya Kepala Banteng
Partai Keadilan Indonesia lambangnya Padi dan Kapas
KARENA SESUAI DENGAN JATI DIRI BANGSA

Jika partai-partai ini dapat terwujud dan semua menjalankan sesuai dengan amanat yang telah diberikan oleh rakyat, maka Pancasila dapat mengalahkan semua faham-faham yang telah ada, yaitu: Faham Kolonialisme, Imperialisme, Feodalisme, Komunisme, Kapitailsme, Bourjuisme dan lain-lain

JATI DIRI BANGSA
Pancasila
Sang Saka Merah Putih
Lagu Kebangsaan Indonesia

DITAMBAH DENGAN

Dari masa kerajaan (Nusantara dan Perwalian) menjadi NKRI

Faham-faham diatas akan berupaya memecah belah bangsa seperti; Program Otonomi Daerah jika tidak diawasi maka akan timbullah Raja-Raja Kecil yang menguatkan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dan jika kita sebagai Tunas-Tunas Bangsa yang merasa mempunyai Tanggung Jawab untuk menjaga keutuhan Bangsa ini tidak menjaga nilai-nilai luhur bangsa dari sekarang maka mungkin Bangsa yang kita cintai dan yang telah mengorbankan harta benda yang tidak sedikit akan terkoyak dan tercabik-cabik oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri atau golongannya saja.

Wahai Para Pemuda Pewaris Bangsa, Marilah kita Bersatu Padu, Merapatkan Barisan agar Negara Yang kita Cintai ini yang telah kita dapatkan dari perjuangan Para Pahlawan Bangsa agar tetap utuh serta dapat mewujudkan apa-apa yang dicita-citakan Para Leluhur kita dahulu yaitu Kehidupan yang “Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Raharjo”.

SEJARAH BURUNG RAJAWALI

Ditinjau dari sejarah perjalanan bangsa, yaitu: zaman Kerajaan dipimpin oleh Raja & zaman Kewalian dipimpin oleh Para Wali. Sehingga jika kita gabungkan menjadi RajaWali dialah Bung Karno yang dalam sosok atau dirinya terdapat garis Raja dan garis Wali.

KERAJAAN

Dipimpin oleh Raja
Wawasan Nusantara
Penjajahan
Pengusiran Penjajah, oleh :
a. BKR
b. TKR
c. TRI
d. TNI
Berdirinya :
Budi Utomo ; 20 May 1908
Sumpah Pemuda ; 28 Oktober 1928
Persiapan Kemerdekaan Indonesia oleh PPKI

PERWALIAN

Dipimpin oleh Wali
Perkembangan Islam
Dari Timur ke Barat
Penyatuan Visi Agama
Menolak Penjajahan
Berdirinya :
a. Muhammadiyah Tahun 1912
b. Nahdlatul Ulama tahun 1926
Dukungan Kemerdekaan

Hasilnya adalah

Kemerdekaan Republik Indonesia
17 Agustus 1945
Lambang Negara : Burung Garuda

MAKNA “G A R U D A”

Kata “GA” : Gagah Berani
Kata “RU” : Rupa Nan Elok (Akhlak dan Moral yang Mulia)
Kata “DA” : Datanglah Kemerdekaan

TEMPAT – TEMPAT PETILASAN “BUNG KARNO”

Taman Sari ; Gunung Salak
Istana Bogor
Istana Batu Tulis ; Bogor
Ciburial ; Cibulan
Batu Kenit ; Pelabuhan Ratu
Delta Lima ; Pelabuhan Ratu
Lido ; Hotel kamar 21
Rengas Dengklok ; Kerawang
Gunung Guntur
Kampung Raden
Muara Gembong (mendapatkan Merah Delima)
Gunung Karang ; Banten
Taman Anggrek ; Jakarta (dekat Hotel Orchid)

PENDAMPING GHOIB “BUNG KARNO”

Sri Baduga Maharaja Prabu Wisesa Siliwangi
Hj. Siti Aisyah Roro Kidul
Raden Mas Syahid Sunan Kali Jaga
Eyang Rangga Gading

3 komentar:

jgn lupa follow balik aku ya,,, di
http://daniwisnuwidiyanto.blogspot.com

Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




bisnistiket.co.id

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More